tentang
Penggunaan
Bahasa Alay Dalam Jejaring Sosial Facebook Dan Twitter Di Kalangan Remaja
![]() |
Disusun Oleh:
KELOMPOK II
1. Efnida
2. Dilla Emilia
3. YopiAslim
SESI BI/13/A
DOSEN PEMBIMBING: WAHYUDI RAHMAT, M. Pd.
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
STKIP PGRI SUMATERA BARAT
PADANG
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan
karuniaNya kami dapat menyelesaikan tugas ini yang berjudul “Penggunaan Bahasa Alay Dalam Jejaring Sosial Facebook Dan
Twitter Di Kalangan Remaja”.
Adapun tujuan utama penulis dalam membuat tugas ini yaitu untuk melengkapi tugas matakuliah Sosiolinguistik
semester V Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP)
Sumatera Barat.
Dengan tersusunnya tugas ini penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Dosen pembimbing Sosiolinguistik Wahyudi Rahmat, M. Hum.
2. Teman-teman sesi BI/13/A
Demikianlah
tugas ini kami susun dan kami sebagai penulis menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan.Untuk itu, kami berharap adanya kritik dan saran demi
perbaikan dimasa
yang akan datang.
Padang,
Januari 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.......................................................................................
i
DAFTAR
ISI.......................................................................................................
ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
LatarBelakang...........................................................................................
1
B.
Batasan masalah
.......................................................................................
C.
RumusanMasalah......................................................................................
2
D.
Tujuan penelitian.......................................................................................
3
E.
Manfaat
penelitian ....................................................................................
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
A.
Kajian
kepustakaan...................................................................................
4
B.
Landasan teori...........................................................................................
6
C.
Defenisi dan
istilah kunci..........................................................................
8
D.
Alur penelitian........................................................................................... 11
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis penelitian.......................................................................................... 14
B. Data dan sumber data
............................................................................. 15
C. Metode dan teknik pengumpulan data .....................................................
D. Metode analisis data .................................................................................
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A.
Wujud
penggunaan bahasa dalam alay jejaring sosial facebook dan twitter dikalangan remaja.
B.
Fungsi social dari penggunaan bahasa
dalam jejaring social facebook dan twitter dikalangan remaja.
C.
Faktor
penyebab penggunaan bahasa alay di facebook............................
BAB V PENUTUP
A.
Kesimpulan ...............................................................................................
B.
Saran .........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa adalah suatu sistem perisyaratan yang terdiri dari unsur-unsur
isyarat dan hubungan antara unsur-unsur tersebut. Hakikat bahasa sendiri antara
lain bahasa itu sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer,
produktif, dinamis, beragam dan manusiawi. Bahasa itu bersifat dinamis, bahasa
itu tidak dapat terlepas dari berbagai kemungkinan perubahan yang sewaktu-waktu
dapat terjadi.
Bahasa juga beragam, artinya meskipun bahasa memiliki kaidah atau pola
tertentu yang sama, namun karena bahasa itu digunakan oleh penutur yang
heterogen yang mempunyai latar belakang sosial dan kebiasaan yang berbeda, maka
bahasa itu menjadi beragam, baik dalam tataran fonologi, morfologi, sintaksis,
maupun pada tataran leksikon. Sebagai sebuah langue sebuah bahasa
mempunyai sistem dan subsistem yang dipahami sama oleh semua penutur bahasa
itu. Terjadinya keragaman atau kevariasian bahasa ini bukan hanya disebabkan
oleh para penutur yang tidak homogen, tetapi karena kegiatan interaksi sosial
yang mereka lakukan sangat beragam. Dalam hal ini, ada kaitannya dengan
munculnya bahasa yang digunakan oleh kalangan anak muda, dan biasanya bahasa-bahasa
ini muncul dalam jejaring sosial seperti facebook maupun twitter.
Dari beberapa sumber yang
didapatkan, ternyata kata "Alay" merupakan singkatan dari Anak
Layangan, yang berarti "Orang Kampungan", hal itu dikaitkan dari
sebuah hobi main layangan yang dilakukan oleh seorang anak kampung. Dapat kita
artikan bahwa bahasa Alay adalah bahasa aneh yang digunakan remaja gaul yang
malah akan terlihat kampungan. Contonhya, "Ciyus?",
"Miapah?", yang berarti "Serius?", "Demi apa?".
Mungkin sebagian besar orang tidak
mengerti arti dari kata-kata seperti itu. Tetapi tidak untuk remaja
"gaul" yang sering menggunakan jejaring sosial. Mereka sangat
familiar dengan kata-kata aneh semacam ini, bahkan bisa jadi mereka ikut
menggunakan bahasa itu. Zaman modern seperti ini, penggunaan internet sudah
semakin lumrah bagi masyarakat umum, maka tidak kaget bila bahasa alay cepat
tersebar di masyarakat. Banyak remaja yang salah mengartikan manfaat dari situs
jejaring sosial, mereka lebih banyak menggunakan situs jejaring sosial sebagai
media mencari eksistensi. Mereka beranggapan bila memiliki banyak teman di
jejaring sosial, maka mereka sudah sukses mengejar eksistensi itu.
Pada awalnya, jejaring sosial
digunakan untuk menyampaikan informasi antar teman, dan menjadi ajang promosi.
Bukan sebagai media mencari eksistensi. Parahnya lagi, banyak remaja yang
membuat bahasa "gaul" itu pada jejaring sosial, tanpa mempedulikan
efek yang ditimbulkannya. Ini disebabkan karena mereka ingin menjadi
trendsetter, mereka akan sangat bangga bila kata-kata mereka dapat simpati dari
teman maya-nya, atau ditiru untuk mereka jadikan status.
Penggunaan huruf besar dan tanda
baca yang tidak pada tempatnya, juga merupakan salah satu ciri khas bahasa
alay. Bahkan, ada yang mengkombinasikan angka yang menyerupai huruf di dalam
kalimat. "Contoh: 4kOe aNAk GaUl..!!". sebagian orang pasti bingung
membaca kalimat seperti ini. Mereka ingin tampil gaul, tapi malah akan terlihat
kampungan. Kalimat semacam ini, akan banyak ditemukan pada jejaring sosial.
Dewasa ini, bahasa alay justru menjadi bahasa "wajib" anak gaul.
Terlihat miris jika jejaring social yang seharusnya menggunakan Bahasa
Indonesia yang baik dan benar, malah sebagian besar menggunakan Bahasa Aneh
seperti ini.
Facebook dan Twitter adalah situs jejaring
sosial yang menjadi korban dari "pemerkosaan kata" oleh orang yang
mengaku gaul. Pada facebook dan twitter, remaja mulai mengenal bahasa alay dari
remaja lainnya, sehingga bahasa alay itu dapat dengan mudah menyebar. Menurut
data Statista.com Indonesia sendiri adalah pengguna facebook terbesar ke 4 di
dunia dan pengguna twitter terbanyak ke 5 didunia. Ini akan menjadi hal yang
positif bila para pengguna akun jejaring sosial dapat menggunakan dengan benar,
bukan hanya sekedar cari popularitas dan gaya-gayaan.
Dilihat dari fungsinya, yaitu fungsi kemasyarakatan, bahasa berdasarkan
ruang lingkup berfungsi sebagai bahasa nasional dan bahasa kelompok. Melihat
bahasa nasional di Indonesia adalah bahasa Indonesia, munculnya bahasa yang
digunakan dalam jejaring sosial ini jelas merusak bahasa nasional. Sebenarnya
bahasa yang biasa muncul di jejaring sosial sudah ada sejak tahun 1970-an.
Munculnya bahasa ini disebut dengan bahasa slang atau prokem yaitu variasi
sosial yang bersifat khusus dan rahasia. Awalnya istilah-istilah dalam bahasa
itu untuk merahasiakan isi obrolan dalam komunitas tertentu. Dulu, bahasa slang
atau prokem digunakan oleh komunitas tertentu seperti preman, namun lama
kelamaan orang awampun mengetahui maksud dari bahasa rahasia yang mereka
gunakan. Seiring dengan perkembangan zaman, penggunan bahasa prokem justru
digunakan di luar komunitasnya yang kemudian istilah tersebut menjadi bahasa
sehari-hari dan sering dipakai dalam pesan singkat atau SMS dan di jejaring
sosial seperti facebook, twitter, BBM bahkan blog.
B. Batasan
Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas peneliti membatasi masalah
penelitian ini yaitu “Penggunaan bahasa alay dalam jejaring sosial facebook dan
twitter di kalangan remaja”.
C. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
wujud penggunaan bahasa alay dalam
jejaring sosial facebook dan twitter dikalangan remaja?
2.
Apa fungsi sosial penggunaan bahasa alay dalam
jejaring sosial facebook dan twitter dikalangan remaja?
3.
Apa faktor penyebab penggunaan bahasa alay di facebook
dan twitter?
D. Tujuan
penelitian
1.
Mengetahui
wujud penggunaan bahasa dalam alay jejaring
sosial facebook dan twitter dikalangan remaja.
2.
Mengetahui
Fungsi social dari penggunaan bahasa dalam jejaring social facebook dan twitter dikalangan
remaja.
3.
Mengetahui faktor penyebab penggunaan bahasa alay di
facebook dan twitter.
E. Manfaat
penelitian
1.
Manfaat
Teoretis
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah teori yang berhubungan dengan
penggunaan bahasa dalam jejaring sosial facebook dan twitter.
2.
Manfaat
Praktis
Secara
praktis, hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi :
a.
Bagi
Masyarakat
Hasil
penelitian ini dapat memberikan informasi kepada mahasiswa mengenai adanya
faktor-faktor sosiolinguistik yang di terapkan pada pemakaian bahasa alay dalam
jejaring sosial facebook dan twitter dikalangan remaja.
b.
Bagi
Pengguna bahasa alay dalam
jejaring sosial facebook dan twitter dikalangan.
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai bahasa alay dalam
jejaring sosial facebook dan twitter dikalangan remaja yang digunakan dalam pergaulan.
c.
Peneliti
Lain
Hasil
penelitian ini diharapkan mampu memberikan inspirasi maupun bahan pijakan
kepada peneliti lain untuk melaksanakan penelitian lanjutan.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN
TEORITIS
A. Kajian Pustaka
Berbagai penelitian mengenai penggunaan variasi bahasa prokem telah
dilakukan sebelumnya. Bahasa prokem adalah bahasa yang memang diciptakan oleh kalangan muda untuk komunitas
tertentu. Keunikan bahasa yang diciptakan oleh kalangan remaja mendorong
beberapa peneliti untuk melakukan penelitian.
Penelitian sosiolinguistik tentang variasi bahasa, slang, prokem telah
dilakukan oleh beberapa peneliti, diantaranya Usmiyati ( 2003), variasi bahasa
dalam status beranda pada situs jejaring social facebook Lestari (2011)
dan dalam jurnalnya tinjauan sosiolinguistik bahasa alay dalam konstelasi
kebahasaab saat ini oleh Wicaksono (2010).
Penelitian tentang ragam bahasa slang yang dilakukan oleh Usmiyati (2003)
dalam penelitiannya yang berjudul Ragam Bahasa Slang Remaja Pekalongan. Di
dalam penelitianya dinyatakan bahwa ragam bahasa slang yang digunakan oleh
remaja pekalongan berwujud slang bentuk kata tunggal, slang bentuk kata
kompleks, slang bentuk frasa, serta proses pembentukan slang, dan funsgi social
slang.
Dalam skripsinya Lestari (2011) yang berjudul Variasi Bahasa dalam Status
Bearanda pada situs jejaring social facebook dinyatakan bahwa penggunaan bahasa
yang sering muncul dalam status beranda facebook berwujud kata, frasa, klausa, kalimat, wacana, serta karakteristik bahasanya yang merupakan campur kode dari
berbagai bahasa, bentuk penyampaian baik puisi, pantun, prosa, iklan, lirik
lagu, segi penulisan dan funsi sosialnya. Dalam penelitian ini kekurangannya
adalah tidak adanya analisis kosakata variasi bahasa slang atau prokem.
5
|
B. Landasan Teoritis
Konsep-konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini mencakup pengertian
bahasa, variasi bahasa, dan fungsi bahasa.
1.
Bahasa
Bahasa adalah salah satu ciri yang paling khas
manusiawi yang membedakannya dengan makhluk-makhluk lain. Bahasa dapat dikaji
dari berbagai sudut dan memberikan perhatian khusu pada unsure-unsur bahasa
yang berbeda-beda dan pada hubungan atau struktur yang berbeda-beda pula.
Bahasa merupakan alat primer pembentukan masyarakat. Hakikat bahasa sendiri
antara lain bahasa itu sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer,
produktif, dinamis, beragam dan manusiawi.
Bahasa itu bersifat dinamis, bahasa itu tidak
dapat terlepas dari berbagai kemungkinan perubahan yang sewaktu-waktu dapat
terjadi. Selain dinamis, bahasa itu juga produktif, artinya dengan
sejumlah unsure yang terbatas, namun dapat dibuat satuan-satuan ujaran yang
hamper tidak terbatas. Umpamanya, menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia hanya
mempunyai lebih kurang 23.000 buah kata, tetapi dengan 23.000 buah kata itu
dapat dibuat jutaan kalimat yang tidak terbatas. Hakikat bahasa juga bersifat
beragam, yaitu bahasa memliki pola tertentu, namun karena bahasa digunakan oleh
penutur yang heterogen maka bahasa itu menjadi beragam.
2.
Variasi Bahasa
Variasi atau ragam bahasa merupakan bahasan
pokok dalam studi sosiolinguistik. Menurut Kridalaksana (1974) mendefinisikan
sosiolinguistik sebagai cabang linguistic yang berusaha menjelaskan cirri-ciri
variasi bahasa dan menetapkan korelasi cirri-ciri variasi bahasa tersebut
dengan ciri-ciri sosial kemasyarakatan.
Sebagai sebuah langue sebuah bahasa memiliki
sisten dan subsistem yang dipahami oleh semua penutur bahasa itu. Terjadinya
keragaman atau kevariasian bahasa ini bukan hanya disebabkan oleh penutur yang
tidak homogeny, tetapi juga karena interaksi sosial yang mereka lakuka sangat
beragam.
3.
Fungsi Bahasa
a.
Fungsi Kebudayaan
Fungsi bahasa dari kebudayaan
yaitu sebagai sarana perkembangan kebudayaan, jalur penerus kebudayaan dan
inventaris cirri-ciri kebudayaan. Di atas kita katakana bahwa secara
filogenetik bahsa adalah bagian kebudayaan, dan bahasalah yang memungkinkan
pengembangan kebudayaan sebagaimana kita kenal.
Secara ontogenetic, seseorang
belajar dan mengetahui kebudayaannya kebanyakan melalui bahasa artinya kita
belajar hidup dalam masyarakat melalui dan dengan bantuan bahasa. Dengan kata
lain, suatu kebudayaan dilahirkan dalam perorangan kebanyakan dengan bantuan
bahasa.
b.
Fungsi Kemasyarakatan
Fungsi
kemasyarakatan bahasa menunjukan peranan khusus sesuatu bahasa dalam kehidupan
masyarakat. Klasifikasi bahasa berdasarkan fungsi kemasyarakatan dibagi menjadi
dua yakni berdasarkan ruang lingkup dan berdasarkan bidang pemakaian. Berdasarkan
ruang lingkup mengandung bahasa nasional dan bahasa kelompok. Berdasarkan
bidang pemakaian fungsi bahasa sebagai bahasa resmi, bahasa pendi observasi
yang terus menerusdikan, bahasa agama, bahasa dagang, dan sebagainya.
c.
Fungsi Perorangan
Klasifikasi
fungsi bahasa golongan ketiga yaitu fungsi perorangan, akan kita dasarkan di
sini pada kajian Halliday (1976). Dia membuat suatu klasifikasi kegunaan
pemakaian bahasa atas dasar observasi yang terus menerus terhadap penggunaan
bahasa oleh anaknya sendiri.
d.
Fungsi Pendidikan
Pada fungsi pendidikan, fungsi
bahasa dalam kelompok ini yaitu didasarkan pada tujuan penggunaan bahasa dalam
pendidikan dan pengajaran. Fungsi pendidika bahasa dapat dibagi atas empat
subfungsi yaitu fungsi integrative, fungsi instrumental, fungsi cultural, dan
fungsi penalaran.
4.
Hakikat Bahasa Alay
Kata ‘Alay’ bisa diartikan sebagai Anak layangan, Anak lebay, Anak
kelayapan, dan lain sebagainya. Dimana anak-anak tersebut sering didefinisikan
sebagai anak-anak yang berkelakuan ‘tidak biasa’ atau dapat dikatakan
berlebihan. Anak-anak ini ingin diketahui statusnya diantara teman-teman
sejawatnya, mereka ingin selalu memperlihatkan ke-eksis-an atau kenarsisan
mereka dalam segala hal. Misalnya dalam hal berpakaian, bertingkah laku, serta
berbahasa (baik lisan maupun tulis). Sesuai dengan pengertian tersebut, maka
dapat diketahui bahwa bahasa alay adalah bahasa yang digunakan oleh anak-anak
alay.
Menurut Sahala Saragih, dosen Fakultas Jurnalistik, Universitas Padjajaran,
bahasa alay merupakan bahasa sandi yang hanya berlaku dalam komunitas mereka.
Penggunaan bahasa sandi tersebut menjadi masalah jika digunakan dalam
komunikasi massa atau dipakai dalam komunikasi secara tertulis. Dalam ilmu
bahasa, bahasa alay termasuk sejenis bahasa ‘diakronik’. Yaitu bahasa yang
dipakai oleh suatu kelompok dalam kurun waktu tertentu. Ia akan berkembang
hanya dalam kurun tertentu. Perkembangan bahasa diakronik ini, tidak hanya
penting dipelajari oleh para ahli bahasa, tetapi juga ahli sosial atau mungkin juga
politik. Sebab, bahasa merupakan sebuah fenomena sosial. Ia hidup dan
berkembang karena fenomena sosial tertentu.
a.
Karasteristik Bahasa Alay
Seiring dengan semakin banyaknya penggunaan bahasa
alay pada kalangan remaja, variasi atau karasteristiknya pun semakin beragam.
Antara lain:
1.
Pemakaian huruf besar kecil yang berantakan dalam satu
kalimat, contohnya: “kaMu Lagi nGapaiN?”
2.
Penggunaan angka sebagai pengganti huruf, contohnya:
“k4mu L49i n94p4in?”
3.
Penambahan atau pengurangan huruf-huruf dalam
satu kalimat, contohnya: “amue agie ngapaein?”
4.
Menambahkan atau mengganti salah satu huruf dalam
kalimat, contohnya: “xmoe agie ngaps?”
5.
Penggunaan simbol-simbol dalam kalimat, contohnya:
“k@mu L@g! nG@p@!n?”
Contoh-contoh tersebut masih sangat sedikit, itu artinya masih banyak lagi
variasi-variasi atau karasteristik penggunaan bahasa alay di kalangan remaja
saat ini. Karasteristik tersebut juga tidak dapat diketahui dan
dijelaskan secara pasti karena kata-kata dalam bahasa alay itu sendiri tidak
mempunyai standar yang pasti, hanya disesuaikan oleh mood atau teknik penulisan
si pembuat kalimat.
b.
Awal Mula Penggunaan Bahasa Alay
Dengan semakin berkembangnya teknologi, terutama berkembangnya situs
jejaring sosial, seperti facebook dan twitter. Pada tahun 2008, muncul suatu
bahasa baru dikalangan remaja, yang disebut dengan bahasa “Alay”. Kemunculannya
dapat dikatakan fenomenal, karena cukup menyita perhatian. Bahasa baru
ini seolah menggeser penggunaan bahasa Indonesia dikalangan segelintir remaja.
Mereka lebih tertarik untuk mengunakan bahasa alay yang dapat digunakan sesuai
keinginan mereka daripada menggunakan bahasa Indonesia yang kaku dan baku.
Namun jika diteliti lebih lanjut, penggunaan bahasa alay ini sudah ada jauh
sebelum bahasa alay berkembang di facebook maupun twitter, yaitu ditandai
dengan maraknya penggunaan singkatan dalam mengirim pesan pendek atau SMS
(short message service). Hanya saja pada saat itu belum disebut dengan bahasa
alay. Selain itu ada banyak tambahan variasi yang menyebabkan bahasa tersebut
kemudian disebut dengan bahasa alay. Misalnya dalam bentuk SMS biasa, “km
lg ngapa?” yang maksudnya adalah “kamu lagi ngapain?”, dan dalam bentuk SMS
alay menjadi, “xm Gy nGaps?”. Tujuan awalnya adalah sama yaitu untuk
mengirimkan pesan yang singkat, padat, dan dapat menekan biaya.
5.
Hakikat
Facebook
Facebook adalah situs
jejaring sosial yang digunakan oleh seluruh masyrakat di dunia,
dengan menggunakan facebook dapat menjalin silatuhrahmi antar
umat manusia. Menurut Fauzi (2009: 7) facebook merupakan fenomena besar
yang mempengaruhi kehidupan dunia terutama dalam bidang sosial.
C. Definisi dan
Istilah Kunci
Adapun kata-kata kunci dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Bahasa alay termasuk sejenis bahasa
‘diakronik’. Yaitu bahasa yang dipakai oleh suatu kelompok dalam kurun waktu
tertentu. Ia akan berkembang hanya dalam kurun tertentu. (2) Facebook
adalah situs jejaring sosial yang digunakan oleh seluruh masyrakat
di dunia, dengan menggunakan facebook dapat menjalin silatuhrahmi antar
umat manusia. (3) Twitter (/ˈtwɪtər/)
adalah layanan jejaring sosial
dan mikroblog
daring yang memungkinkan penggunanya
untuk mengirim dan membaca pesan berbasis teks hingga 140 karakter,
yang dikenal dengan sebutan kicauan (tweet).
D. Alur
penelitian
Mulai
|
Perumusan masalah
|
Perancangan pendahuluan
|
Survei pendahuluan
|
Analisis data dan pembahasan
|
Pengumpulan
data
|
Pengolahan
data
|
Kesimpulan
|
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis
Penelitian
Jenis penelitian ini adalah
kualitatif. Penelitian kualitatif adalah Metode penelitian tidak didesain atau
dirancang mengunakan prosedur-prosedur statistik. Penelitian ini bersifat
umum belum berfokus ,sehingga kondisi yang dihadapi dilapangan
,tidak menggambarkan variabel-variabel secara eksplisit. Berdasarkan buku
berjudul Metode Penelitian Kualitatif: Panduan Field
Collector data terdiri dari pedoman untuk mengumpulkan dan menyelidiki data:
1.
Mencari menjawab pertanyaan.
2.
Sistematis menggunakan satu sestandar
prosedur untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan.
3.
Mengumpulkan bukti.
4.
Menghasilkan temuan yang tidak ditentukan
dimuka.
5.
Menghasilkan sesuatu yang berlaku di luar batas-batas
langsung dari penelitian
B. Sumber Data Penelitian
1.
Wujud Data
Wujud data dalam penelitian
ini adalah berupa satuan lingual yang berwujud kata, kalimat dalam penggunaan
bahasa yang dipakai dalam jejaring sosial facebook dan twitter.
2.
Sumber Data
Data yang digunaka dalam
penelitian ini bersumber dari pengamatan langsung di sosial media seperti facebook
dan twitter. Dipilihnya sosial media seperti facebook dan twitter
karena zaman sekarang para pengguna sosial media ini banyak menggunakan
bahasa-bahasa slang yang kemudian menjadi bahasa sehari-hari mereka. Data yang
diambil dalam penelitian ini adalah data tulis, yaitu tulisan status-status
mereka dalam sosial media tersebut.
C.
12
|
Metode penelitian yang
digunakan yaitu metode kulaitatif. Metode ini digunakan sebagai prosedur
penelitian untuk menghasikan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari
hasil pengamatan.
Metode ini sesuai dengan
tujuan yaitu mendiskripsikan bentuk penggunaan bahasa dalam jejaring sosial
facebook dan twitter. Diskripsi tersebut diperoleh dari hasil observasi
pengamatan di lapangan dengan mengambil data secara langsung di sosial media
facebook dan twitter.
Teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini adalah teknik simak. Teknik simak dilakukan dengan menyimak
penggunaan bahasa. Selanjutnya teknik yang digunakan adalah teknik catat.
Teknik catat merupakan teknik dengan menggunakan alat tertentu. Data yang telah
didapat oleh peneliti dalam bentuk file lalu di crop dan dikumpulkan menjadi
satu.
D. Metode Analisis Data
Metode analisis data dalam
penelitian ini menggunakan metode padan. Metode padan disebut juga metode
identitas. Metode padan adalah metode analisis data yang alat penentunya berada
di luar, terlepas, dan tidak menjadi bagian dari bahasa (langue) yang
bersangkutan atau yang diteliti. ( Sudaryanto 2007: 47). Jenis metode ini
adalah metode padan ortografis. Metode padan ortografis adalah metode padan
yang alat penentunya berupa bahasa tulis.
Analisis data dilakukan dalam
dua tahap yaitu menganalisi wujud penggunaan bahasa dalam jejaring social
facebook dan twitter serta fungsi social dalam penggunaan bahasa tersebut.
E. Sistematika
penulisan
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bahasa yang sering
muncul dalam jejaring sosial seperti
facebook dan twitter adalah variasi ragam bahasa slang atau prokem. Yang saat
ini bahasa tersebut menjadi bahasa sehari-hari. Sebenarnya bahasa-bahasa
tersebut muncul tahun 1970-an. Awalnya istilah-istilah tersebut untuk
merahasiakan isi obrolan dalam komunitas tertentu. Tetapi karena sering
digunakan diluar komunitasnya, lama kelamaan istilah tersebut menjadi bahasa
sehari-hari bahkan sering kita jumpai dalam social media seperti facebook dan
twitter.
Disaat ini perkembangan
semakin pesat. Perkembangan dan berbagai pengaruh-pengaruh globalisasi semakin
menjalar. Terutama dikalangan remaja. Dizaman sekarang serasa segalanya
sudah berbeda, apalagi jika dibandingkan dengan zaman dahulu. Dizaman sekarang
dari segi penampilan berbeda dengan dahulu, jika dulu pakaian adat adalah
maskot, sekarang pakaian trendy yang lebih oke. Dari segi tinggkah laku dan
gaya bahasa yang digunakan pun saat ini juga berbeda dengan dengan zaman dulu.
Sekarang ini sapaan yang digunakan jika bertemu dengan orang lain, lebih akrab
dengan sapaan Loe-Loe Gue-Gue. Sepertinya dizaman dahulu seperti itu
tidak ada. Begitu berpengaruhnya globalisasi yang kebanyakan datang dari
berbagai negara didunia ini. Lama kelamaan pengaruh yang seperti ini akan
menjadi perubahan yang tak terduga. Terutama pengaruh yang seperti ini terfokus
pada remaja-remaja kita.
14
|
Lalu,bagaimanakah
dengan bahasa yang mereka-mereka gunakan untuk berkomunikasi dengan kecanggihan
seperti itu?. Saat ini saja ketika ingin berkomunikasi dengan pesan singkat Short
Message Service (SMS) diHandphone, pasti kita sering menjumpai
penggunaan bahasa-bahasa yang tidak baku. Seperti “Kamu jadi ikut gkk ?? .
Dalam pelajaran bahasa indonesia bukankah itu penulisan yang tidak baku.
Adapula saat SMS kita jumpai penulisan huruf yang diganti dengan angka. Huruf
“A” diganti dengan angka “4”, huruf “I” diganti dengan angka “1”, Huruf “S”
diganti dengan angka “5”,dsb. Contohnya, “K4mu l491 d1mn4 ?”. Sepertinya aneh, tapi
inilah perkembangan yang terjadi. Mungkin di Facebook atau Twitter kurang lebih
juga berkembang seperti ini, tapi bisa jadi lebih canggih.Karena Facebook dan
Twitter kapasitas bersosialnya lebih luas. Kemungkinan berkembangnya bahasa
semakin tinggi. Saat ini saja saat kita baca Status atau Komentar-komentar di
FB or Twitter,banyak kata-kata yang tidak lazim.
Seperti
:“Mu’uph,kamuh,tyuss,bray,cuy,ama ama,ciuss,xorry,doLoe,CebeNtAr,SenDiRi
ajhhA,bo’Ong,yaNk mN4, aPhA C!hh,beCok,dsb.”.
Sekarang ini dikenal
dengan bahasa “Alay”. Bahasa “Alay” lebih dikenal dengan bahasa
Anak Layangan atau bahasa Anak Lebay, bahasa yang tidak tersusun dengan sesuai.
Jika bahasa didunia maya yang digunakan seperti ini kemungkinan bahasa
sehari-hari yang digunakan oleh para remaja sekarang juga tidak jauh berbeda
dengan di FB or Twitter. Mungkin dampak positif yang mereka dapat,menjadi hal
yang menyenangkan mereka dapat kreatif dan inovatif mengotak-atik abjad.
Menjadi sebuah trend tersendiri. Namun dampak negatif yang didapat adalah
mereka tak lagi menghiraukan kaidah-kaidah bahasa yang ada. Tak ada gunanya
pelajaran bahasa indonesia yang diajarkan sejak kita sekolah di Taman
Kanak-Kanak. Bisa juga bahasa “Alay” mempersulit komunikasi dengan orang
yang tak mengerti perkembangan seperti sekarang ini. Bahasa “Alay” juga
menimbulkan kesan kurang baik jika dikaitkan dengan kesopanan berbicara dengan
orang lain. Bahasa “Alay” juga tak cocok jika anak-anak yang masih kecil
mengenalnya. Sebagai pemuda penerus bangsa jika perkembangan seperti ini apa
bisa merubah keadaan menjadi yang lebih baik. Bisa jadi bahasa Indonesia tak
lagi perlu ejaan. Bisa-bisa akan merusak bahasa Nasional kita sendiri. Jika
sudah rusak dimana letak citra negara kita dilahirkan ini. Sungguh perkembangan
yang tidak baik bagi anak cucu kita kelak.
Jika ada usaha untuk
mencegah perkembangan seperti ini tak ada kata terlambat. Setidaknya dengan
mengurangi berkomunikasi dengan bahasa-bahasa yang tidak seharusnya.
Berkomunikasilah dengan bahasa-bahasa yang baku atau yang dipandang baik.
Terapkan berbahasa yang baik sesuai dengan yang telah diajarkan. Sebagai anak
bangsa berbanggalah dengan perubahan-perubahan yang datang dari diri kita
sendiri, jangan bangga dengan perubahan yang dibawa oleh orang lain. Tak tentu
juga dampak yang didapat semuanya baik. Siapa lagi yang membanggakan bahasa
Indonesia jika bukan kita sendiri sebagai warga negaranya. Untuk itu mri
bersama lindungi dan pertahankan apa yang rlah negara kita miliki. “Bangsa Indonesia berbahasa satu, bahasa Indonesia”.
Pemuda,, ingatlah …!!!
A. Wujud penggunaan bahasa yang dipakai dalam jejaring social facebook dan
twitter yang ditemukan dari penelitian yang dapat dianalisis.
1.
Penggunaan Bahasa dalam Jejaring Social Facebook dan Twitter yang
Berwujud Kata
Kata merupakan satuan terkecil
yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas atau berdiri sendiri. Dalam
penelitian ini ditemukan penggunaan bahasa dalam wujud kata ada dua yaitu kata
tunggal dan kata kompleks.
a.
Kata Tunggal
Kata tunggal adalah satuan gramatikal yang terdiri atas satuan yang lebih
kecil dan belum mendapat proses morfologis . Lihat dalam data berikut.
AcWehy FariLzah
:
Sabarrrrrrrr
(data 1)
Tarom
Avenvoedzkae
: aaasssuuu.
(data 2)
Tharii
Pmd
: Bingung
(data 3)
Dalam status AcWhy Farilzah yang bertulis sabarrrr (data 1), artinya
dia sedang mengungkapkan perasaannya untuk bersabar. Hanya saja penulisan “r”
lebih dari satu hanya karakter dalam menulis. Sama halnya dengan data 2 yaitu
pada status Tarom Avenvoedzkae yang bertulis aaasssuuu artinya bentuk
perasaan dia yang sedang kesal atau marah pada seseorang. Penulisan yang
seperti itu juga hanya merupakan karakter penulisan saja. dalam status Tharii
Pmd yaitu bingung (data 3) , juga mengungkapkan bahwa dia sedang merasa
kebingungan.
b.
Kata Kompleks
Kata kompleks adalah satuan gramatikal paling kecil yang sudah mengalami
proses morfologis. Seperti dalam data berikut.
rismaputriW
: Menyebalkan (data 4)
11yunii
: Ketiduran L (data 5)
Dalam status rismaputriW yaitu menyebalkan (data 4), merupakan kata
kompleks, karena kata menyebalkan sudah mengalami proses morfologis yaitu
mendapatkan imbuhan awalan me- dan akhiran -kan. Pada data 5 dalam status
11yunii dalam twitter kata ketiduran juga merupakan kata kompleks karena
kata tersebut sudah mendapatkan imbuhan yaitu awalan ke- dan akhiran –an
2.
Penggunaan Bahasa dalam Jejaring Social Facebook dan Twitter
yang Berwujud Frasa
Frasa merupakan kelompok kata nonpredikatif,
bukan kata majemuk, dan bukan klausa atau kalimat. Berikut data penggunaan
bahasa yang berwujud frasa yang dapat dianalisis.
a.
Frasa Endosentris
Frasa endosentris adalah frasa
yang kategori sintaksisnya sama dengan kategori salah satu unsurnya. Frasa
endosentrik ini memiliki unsure inti. Berikut data yang berupa frasa
endosentrik.
@bobbyrahman2
: avaaa baruu (data 6)
@exoticangelf
: @lyeheechul SEDIH BANGET (data 7)
Dalam status yang dibuat oleh
@bobbyrahman2 yaitu avaaa baruu termasuk frasa endosentrik. Karena kata
avaaa merupakan inti yang berupa nomina. Dalam data 7 status sedih banget juga
termasuk frasa endosentrik karena kata sedih merupakan inti yang berupa adjektifa.
b.
Frasa Eksosentris
Frasa eksosentris adalah frasa
yang terdiri atas dua unsure yaitu unsure perangkai yang berkategori
preposisi,konjungsi, atau artikula dan unsure poros yang terdiri atas nomina,
verba, adjektiva, atau numeralia. Ciri frasa jenis ini ialah perilaku sintaksis
frasa ini tidak sama dengan perilaku kedua unsurnya. Dalam penelitian ini tidak
ditemukan adanya frasa eksosentris.
3.
Penggunaan Bahasa dalam Jejaring Social Facebook dan Twitter
yang Berwujud Klausa
Klausa merupakan gabungan kata yang
unsure-unsurnya menduduki fungsi sintaksis atau gabungan kata yang bersifat
predikatif yang belum memiliki intonasi final. Berikut data yang dapat diamati.
Hary Ungcy
: Kpgn sate kambing… (data 8)
Dalam data 8 yang ditulis oleh Hary Ungcy yaitu
kpgn sate kambing. Dalam konteknya si penulis status menyatakan bahwa dirinya
lagi menginginkan sate kambing. Statusnya yang berbunyi kpgn sate kambing juga
termasuk klausa. Karena dalam status tersebut setidaknya terdapat SP bahkan
lebih. Jika dilihat kata aku sebagai S dilesapkan dan kepengin sebagai P,
sedangkan sate kambing sebagai O.
4.
Penggunaan Bahasa dalam Jejaring Social Facebook dan Twitter
yang Berwujud Kalimat
Dalam kehidupan sehari-hari
manusia selalu berkomunikasi dengan orang lain. Alat komunikasi verbal adalah
bahasa. Dalam berbahasa , percakapan tersebut berlangsung dalam
kesatuan-kesatuan yang dengan jelas dapat dibedakan antara kesatuan ucapan satu
dengan lainnya. Kesatuan ucapan itu adalah kalimat. Secara linguistic kalimat
mengacu pada kesatuan ujaran yang mampu berdiri sendiri sehingga ucapan itu
tidak berkonstruksi lagi dengan ujaran lainnya(Bloomfild 1933). Berikut data
penelitian yang dapat dianalisis.
a.
Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal adalah kalimat
yang terjadi dari satu klausa bebas. Berikut data penelitiannya.
Andhika Deris: Aku bisa bangun
pagi lagi…!!! (data 9)
Dalam data 9 Andhika Deris
menulis statusnya di facebook yaitu “Aku bisa bangun pagi lagi”. Disini data 9
termasuk kalimat tunggal karena terdiri atas satu klausa bebas.
b.
Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk merupakan
kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih. Suatu bentuk kalimat majemuk
yaitu kalau kalimat itu dapat dipilah menjadi dua klausa atau lebih tanpa
mengubah informasi atau pesannya. Berikut data penelitian yang dapat
dianalisis.
AdiellaChiiyy Cwek
Corner : Alhamdulillah mendingan…cz bsa bubbuuu nyenyak…J (data 10)
Dalam status yang ditulis oleh
AdiellaChiiyy Cwek Corner yaitu Alhamdulillah mendingan…cz bsa bubbuuu nyenyak…J termasuk kalimat majemuk.
Karena dalam status tersebut ada konjungsi yaitu cz yang berarti karena.
5.
Penggunaan Bahasa dalam Jejaring Social Facebook dan Twitter
yang Berwujud Wacana
Wacana merupakan stauan gramatikal tertinggi
yang lengkap, maka dalam wacana itu berarti terdapat konsep, gagasan, pikiran,
atau ide yang utuh, yang bisa dipahami oleh pembaca atau pendengar tanpa
keraguan apapun. Sebagai satuan gramatikal tertinggi, wacana dibentuk dari
kalimat atau kalimat-kalimat yang memenuhi persyaratan gramatikal, dan
persyaratan kewacanaan lainnya. Berikut data hasil penelitian.
Arjun Saputra : Bru satu bulan krja ...pingn rasanya cpat" dua taun ...aku
pnasaran apha yg akan terjadi pada diriku 2taun yg akan datang ..tambh sukses
..apha tambh.. bejad (data 11)
Lenny Mutzz
: biarlah qu simpan derita nii sendiri .mulai sekarang aqhu akn diam kau tak
prlu mngkhawatirkan_qu krna aqhu bukan beban_mu jka firasat_qu benar (data
12)
I Love Hijab
: Pandanglah segala sesuatu dari kacamata oranglain. Apabila hal itu
menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain
pula.Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan. Ambillah waktu
untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. Ambillah waktu untuk
berdoa, itu adalah sumber ketenangan. Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah
sumber kebijaksanaan. Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah
hak istimewa yang diberikan Tuhan. Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah
jalan menuju kebahagiaan. Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang
menggetarkan hati. Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup
terasa bererti. Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan.
Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga. (data
13)
Rizka Amalia Syarifa Ma'mur: Wahai Jiwa... Percayalah
bahwa janjiNya adalah nyata.. Jangan pernah ragu dengan kehendakNya.. Dia lebih mengetahui mana yang terbaik untuk para hamba2Nya...(data
14)
Dalam data 11 dan data 12 termasuk dalam wacana, yaitu wacana narasi,
karena dari kedua data tersebut berisi ungkapan-ungkapan penulis. Dilihat dari
bahasanya pun terlihat adanya suatu kronologis dari waktu ke waktu. Sedangkan
dalam data 13 merupakan wacana eksposisi, karena dalam status tersebut berisi
tentang nasihat atau perintah. Begitu juga dengan data 14 yang merupakan wacana
eksposisi karena dalam status tersebut berisi nasihat-nasihat.
6.
Kosakata yang Sering Muncul dalam Penggunaan
Bahasa dalam Jejaring Social Facebook dan Twitter.
Sutralah
: merupakan kata plesetan dari sudahlah
Alay
: anak layangan yaitu orang kampong yang berpenampilan norak
Kepo
: kepengin tau info atau mau tau banget
Gaje/ gajebo : merupakan
singkatan dari ga jelas
Hoax
: sesuatu yang dianggap hanya omong kosong
Ngakak
: tertawa terbahak-bahak
Unyu-unyu : lucu
banget
Ciyus
: merupakan plesetan dari serius
Lekong
: laki-laki bencong
Bokap
: bapak
Jomblo
: sebutan untuk remaja yang belum punya pacar
Woles
: berasal dari kata slow yang dibalik, artinya santai
Pele
: hampir sama dengan pea, artinya bego atau bodoh
Cinlok
: merupakan singkatan dari cinta lokasi
Modus
: untuk mengungkapkan sesuatu dengan melakukan suatu tindakan
Ceman
: plesetan dari kata teman
Eke
: artinya aku
Gokil
: gaul banget
Lebay
: menyatakan sesuatu yang berlebihan
Capcus
: cabut (pulang atau pergi)
Ojob / ujub :
berasal dari kata bojo yang dibalik, artinya panggilan kesayangan untuk pacar
BT
: merupakan singkata dari boring total
Rempong
: ribet banget
Ababil
: sebutan untu remaja yang masih labil
Galau
: untuk menyatakan perasaan yang sedang sedih
Mager
: merupaka singkatan dari males gerak
Gengges
: merupakan kata plesetan dari ganggu
Dumay
: dunia maya
PHP
: Pemberi Harapan Palsu
Selain kokata-kosakata
tersebut, dalam penulisan status baik di facebook maupun twitter
sering kita temukan istilah yang menyatakan ekspresi-ekspresi. Terkadang mereka
juga menamhkan dengan emotikon lucu. Berikut data yang diambil dalam
penelitian.
Hahaha,wkwkwk,
: untuk mengungkapkan sesuatu yang lucu(tertawa)
Pukpuk
: ungkapan untuk selalu bersabar ( pelukan )
Hufftftft
: ungkapan mengeluh
:)
: untuk menyakan senang
L
: untuk menyatakan sedih
T_T
: untuk menungkapkan kesedihan( menangis)
-___-
: untuk menyatakan rasa sebel/ragu-ragu/mengeluh
B. Fungsi Sosial Penggunaan
Bahasa alay
dalam Jejaring Sosial Facebook dan Twitter.
Variasi bahasa yang muncul
dalam penggunaan bahasa dalam jejaring social facebook dan twitter menimbulkan
banyak fungsi social. Rata-rata para pengguna social media seperti facebook dan
twitter menggunakan bahasanya dalam status mereka sebagai ungkapan perasaan
mereka. Berikut funsgi social yang ditemukan dalam penelitian.
1.
Fungsi Menasihati
Utari
Sardi Diah Pertiwi : "Pembalasan
yang paling menyakitkan bagi yang menyakitimu adalah hidup lebih berbahagia
darinya." – Tablo #omaigat (data 15)
Dalam data 15 status yang ditulis oleh Utari Sardi Diah Pertiwi yaitu
"Pembalasan yang paling menyakitkan bagi yang menyakitimu adalah hidup
lebih berbahagia darinya. "Tablo #omaigat berisi nasihat buat para
pengguna facebook untuk tidak berbalas dendam.
2.
Fungsi Mempromosikan
Hidung Mancung Kurus : Sista2
kini telah hadir Alat Pemancung Hidung Tanpa Efek Samping Negatif Bekerja
Secara Natural Memancungkan Hidung ,kamu sudah bisa mulai melihat perubahan
0,5cm-1cm dengan pemakaian rutin 5menit-15menit /perhari dalam waktu 2minggu. Promo bulan ini Ongkos kirim gratis hanya rp.52.000
Pesan Nose Strap sekarang dan ikuti PROMOnya! Caranya Mudah SMS Ke 087-886-018-206 dengan format :
Pesan Nose Strap sekarang dan ikuti PROMOnya! Caranya Mudah SMS Ke 087-886-018-206 dengan format :
a.
ketik"PesanNoseStrap"
Dari data 16 dapat dilihat bahwa status tersebut berfungsi untuk
mempromosika barang. Terlihat dalam status tersebut dijual produk untuk
memancungkan hidung dengan cara memesan pada no yang sudah tersedia atau dengan
membuka websitenya.
3.
Fungsi Bertanya
Dini Bz
Setia : mati listrik gmana si! Kata’y tarif listrik naik dr bln ini. Tp
bgaimana pelayanan’y???
Dalam data 17 terlihat Dini Bz Setia sedang menanyakan tentang kenaikan
biaya listri. Disini status tersebut berfugngsi bertanya.
4.
Fungsi Meminta Maaf
@yuninggra
: maaf maaf maaf maaf gua minta maaf sama lu iya gua yg slah tp gua janji ini
yg pertama dan terakhr gua ngomng kyk gto sama lu :'( (data 18)
Dalam data 18 terlihat bahwa @yuninggara sedang meminta maaf pada
pacarnya. Hal ini dia ungkapkan dalam status agar pacarnya mau memaafkan dia.
5.
Fungsi Mengajak
Wiwid
Sujarwanto : mnggo sarapan (data 19)
Dari status yag ditulis oleh Wiwid
Sujarwanto yaitu mnggo sarapan,,, memiliki fungsi social yaitu mengajak.
Dari data 19 terlihat
bahwa wiwid Sujarwanto mengajak para pengguna facebook untuk sarapan.
6.
Fungsi Terima Kasih
Dari data 20 berfungsi untuk mengucapkan terima kasih. Terlihat dalam
status yang dibuat oleh @yuninggara dia mengucapkan terima kasih dalam bahasa
inggris.
C.
Faktor
Penyebab Penggunaan Bahasa Alay di Facebook
1.
Faktor
Pergaulan
Pergaulan remaja
saat ini bisa dikatakan luas karena banyaknya media sosial dunia maya yang
menghubungkan mereka satu sama lain. Facebook misalnya, pada media inilah
muncul dan berkembang bahasa Alay yang dituliskan pada status yang
kemudian akan dibaca oleh remaja lain dan akan mengikuti pemakaian bahasa Alay
sehingga semakin marak digunakan oleh para remaja. Bahasa ini berkembang di
kalangan remaja, namun dalam pergaulan media jejaring sosial paling sering
digunakan. Semakin lama bahasa ini kian berkembang sehingga telah dianggap
wajar pada kalangannya. Dalam bahasa Alay, remaja bebas menyingkat
bahasa sesuai dengan keinginan mereka.
2.
Faktor Gengsi
Banyak remaja
yang berusaha ingin menjadi anak gaul yang tidak ketinggalan jaman, hal ini
menuntut mereka mengikuti perkembangan jaman salah satunya mengggunakan bahasa Alay,
akronim dari anak lebay, yakni bahasa tulis berupa campuran bahasa gaul lisan,
bahasa asing khususnya Inggris, singkatan, kode, angka, dan simbol. Alasan
menggunakan bahasa ini karena tidak ingin disebut anak kampungan.
3.
Faktor Iklan
Kegemaran sesorang
menonton sinetron, film bahkan iklan, sedikit mempengaruhi dalam pemakaian
bahasa sehari-hari. Bahasa yang digunakan oleh para remaja dikarenakan oleh apa
yang mereka dengarkan. Pada telivisi misalnya, banyak sinetron, film bahkan
iklan yang telah menggunakan dan ikut membantu mempopularkan bahasa Alay tersebut.
Sehingga para remaja yang melihat akan mengikuti dan menggunakan bahasa Alay
pada keseharian mereka sesama pengguna bahasa Alay agar dianggap
gaul dan keren seperti para artis dan bintang iklan yang menggunakan bahasa Alay
tersebut. Tanpa menyadari bahwa bahasa yang digunakan oleh publik figur itu
hanya tuntutan skenario.
BAB V
PENUTUP
A.
Simpulan
Dari penelitian tersebut wujud penggunaan bahasa
dalam jejaring social facebook dan twitter dapat berupa kata baik kata tunggal
maupun kata kompleks, frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Selain itu, variasi
bahasa yang digunakan dalam penulisan status di facebook maupun twitter juga
unik dan lucu, seperti kata kepo, ciyus, dll. Selain kosakata-kosakata
tersebut, penggunaan emotikon lucu juga sering muncul dalam penggunaan variasi
bahasa. Kosakata-kosakata tersebut sebenarnya adalah variasi bahasa slang atau prokem
yang muncul sejak zaman 1970’n yang kemudian menjadi bahasa sehari-hari dan
sering ditemukan dalam social media. Dalam social media seperti facebook dan
twitter juga memiliki fungsi social yaitu fungsi untuk mengajak, mempromosikan,
mengungkapkan permintaan maaf, terimakasih, ataupun bertanya.
B.
Saran
Sebenarnya sah-sah saja bagi mereka (terutama remaja)
yang menggunakan bahasa alay, karena hal tersebut merupakan bentuk kreatifitas
yang mereka buat. Namun sebaiknya penggunaan bahasa alay dapat digunakan sesuai
dengan situasi dan kondisi atau tidak digunakan pada situasi-situasi yang
formal. Misalnya pada saat berbicara dengan teman. Teman disini adalah mereka
yang mengetahui dan mengerti bahasa alay tersebut. Tetapi juga jangan sampai
menghilangkan budaya berbahasa Indonesia kita. Karena biar bagaimanapun bahasa
Indonesia tetap menjadi bahasa kebanggaan kita dan wajib untuk dijaga serta
dilestarikan.
26
|
DAFTAR PUSTAKA
Chaer,Abdul dan Leonie Agustina. Sosiolinguistik
Perkenalan Awal .Jakarta: Rineka Cipta, 2010
Chaer, Abdul. 2007. LingusitikUmum. Jakarta :RinekaCipta.
http://id.wikipedia.org/wiki/pengertianfacebook. Diakses pada 30 Desember 2015
http://kamusmania.com/artikel/5-bahasa-alay. Diakses pada 30 Desember 2015.
Hutosoit,Nella.”Pengertian Bahasa“.(http://nellahutasoit.wordpress.com/2012/04/22/
) diakses pada 01
januari 2016
Hafidz, 2011, Serba-serbi
Tentang Alay Yang Menghantui Remaja Indonesia.[Online].Tersedia:http://menarik-news.blogspot.com/2011/02/serba-serbitentang-alay-yang.html.
[30 Desember 2015].
Kridalaksana, Harimurti. 1985. Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa. Flores:
Nusa Indah.
Lestari, Sri .2011.variasi bahasadalam status berandapadasitusjejaring
social facebook Semarang : FakultasBahasadanSeniUniversitasNegeri
Semarang. (skripsi)
Nababan , P.W.J. 1993. Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta
: Gramedia Pustaka Utama.
Permana, E.
2009. Nongkrong dan Gaul Asyik di Facebook. Yogyakarta: WahanaTotalita
Publisher.
Rachmadr, 2011. Sosiolinguistik
Variasi Bahasa.
[Online]Tersedia:Http://racmadr.blogspot.com/2011/03/sosiolinguisti-variasibahasa.html
[30 Desember 2015].
Utmi, M. 2011. Pengaruh
Bahasa Alay Terhadap Eksistensi Bahasa Indonesia.[Online]
Tersedia:Http.//siimute.blogspot.com/2011/12/pengaruh-bahasaalay terhadap.html.
[27 Desember 2012].
Wicaksono, A.
2010. Skripsi Tinjauan Sosiolinguistik Bahasa Alay DalamKonstelasi
Kebahasaan Saat Ini. Surakarta: Universitas Sebelas MaretSurakarta
Wednesday, 2011.
Sejarah, Pengertian, Ciri-Ciri bahasa Alay. [Online]
Tersedia:Http://www.lpmjournal.comuncategorized/bahasa-alay.html. [Diakses 30Desember
2015].
Wulandari,Linda.S.“Penggunaan-bahasa-alay-dalam-jejaring-sosial-”http://bahasa.kompasiana.com/2012/09/05
(diunduh pada 3 januari 2015)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar